Cruise Hawaii Tahiti # 14

Tibalah kita di kisah terakhir petualangan borjuis Bang Jeha dan nyonya ke dua kepulauan tersebut. Tidak dijelaskan kenapanya tapi Peter si direktur cruise kemarin mengatakan bahwa turisme di Tahiti menurun drastis, 10% anjlok setiap tahunnya. Kasian yah. Padahal turisme adalah salah satu sumber penghasilan utama ekonomi mereka, disamping export mutiara hitam dan vanilli. Kemungkinan penyebabnya adalah karena mayoritas turis yang ke Tahiti umumnya orang Amrik, padahal perekonomian mereka masih nyungsep, lihat saja dollarnya yang tetap amblas dibandingkan dengan mata uang dunia. Juga kemarin menjadi lebih jelas kenapa cruise ke Tahiti mahal. Nah supply solar dan bahan makanannya perlu dilakukan di Papeete, kota dimana semua-semuanya mesti diimpor dari jauh, 4000 km dari Hawaii, 8 jam penerbangan dari Los Angeles, mana engga mau jadi mahal.

Seperti selalu saya syer di tayangan serial mengenai cruise, yakni berapa ongkosnya ikut cruise ke Hawaii dan Tahiti, inilah perinciannya kaga ambil untung :-) dan juga bukan mau pamer. Kalau mau sok, tentu kami tidak tunggu dapat tarip 'two for one' maupun naiknya Crystal Cruise yang jumlah crew-nya sama dengan penumpangnya alias konon servisnya luar biasa. Kalau kita nge-cruise sendirian, ongkosnya tidak akan semurah cruise berduaan. Dengan asumsi Anda tidak akan cruise dhewek-an, ongkosnya per orang dalam dollar Kanada adalah sbb.

Cruise fare $ 1,256.25
Air fare LAX-HNL-PPT-LAX $ 1,129.00
Transfer Airport-Peer-Airport $ 55.65
Insurance Protection from Princess $ 150.75
Government Taxes & Fees $ 34.93
Air Fees $ 89.57
Total Fare per person: $ 2,716.15

Ke biaya di atas masih belum ditambahkan ongkos kapal terbang Toronto- Los Angeles pp dimana kami pakai Asia Miles/American Airlines frequent flyer point kami yang mencukupi untuk jarak penerbangan tersebut. Ongkosnya menjadi murahan dibandingkan kalau bayar flightnya harus dari Toronto sebab kami cuma dikenakan CAD $ 60 per orang untuk fee-nya. Suatu cruise bisa bertambah mahal bila kita selalu ikut trip yang diatur diorganisasir oleh kapal, ketimbang kita tour dhewek. Tentu ada risikonya sendirian begitu bila sampai terlambat balik ke kapal, berenanglah kita untuk mengejar si kapal cruise :-). Juga diperlukan nasib mujur bisa memperoleh tour guide oke maupun jenis yang cocok.

"Bang Jeha, dimana beli tiket cruise paling murah, apa langsung lewat website kumpeni mereka?," tanya Anda peminat. Dari pengalaman saya akhir-akhir ini, sekarang harga cruise seragam rek, beli dari manapun, dari siapapun, sama persis harganya. Saya memakai jasa Ferry "Sepatu" Halim, bos Ferry Pro Travel Network di Mississauga. Beliauw dulu di Indo bekerja di Smailing Tour dan sudah biasa melayani anak-anak IBM sejak di kampung kita dulu :-). Jadi sreg gitu, servisnya juga oke, saya kirim email, beberapa menit kemudian dia sudah balas.

Anda para pemirsa serial Kisah Pulkam Bang Jeha mungkin masih ingat ketika hamba dapat sertifikat oleh walikota Sabang, Munawar Zainal sebagai bukti pernah sampai ke kilometer nol Trans Indonesia. Tidak mau kalah dari dari pak walikota, kapten kapal Ivan Jerman juga memberikan kami bukti telah berhasil berlayar melintasi katulistiwa :-). Saya jadi teringat, dulu di jaman dunia masih norak, Garuda Airline memberikan sertifikat sudah terbang melintasi katulistiwa. Naik montor mabur kita ada di udara alias tidak bisa ditelusuri dirinci sudah berada di lintang berapa. Berkat GPS, maka pas ketika angka lintang-nya menjadi 0 derajat 0 menit, saya sempat merasakan adanya 'bump', jeleguk ketika kapal melintasi katulistiwa :-). Tidak percaya, ya engga apa apa.

Sekian sahaja serial cruise tahun ini, semoga saya sudah berhasil mempromosikan Kepulauan Hawaii, terlebih Tahiti. Sayangnya, perut dan lidah kami berdua masih berbau Melayu banget alias di akhir cruise, masakannya sudah terasa membosankan. Itu kekurangannya cruise bagi kita anak Asia. Kalau saja makanan yang kami santap setiap harinya seperti ketika kami tour ke Banda Aceh dan ke Pulau Weh, niscaya cruise sebulan pun isteriku akan betah. Saya yang akan eneg mbleneg makan ayam goreng dan perkedel terus selama 12 hari :-). Satu hal lagi yang terus menerus kami amati sepanjang cruise, kalau Anda sudah loyo dan tidak fit, amit- amit penyakitan, terlambatlah untuk memperoleh kesenangan yang maksimum di dalam ber-cruise ria. Bila ada yang ingin memperoleh informasi mengenai cruise, sebelum menghubungi Ferry Halim, Bang Jeha hanya sejauh email dari Anda. Bai bai lam lekom.

Home Previous