Salah satu tugas mulia saya bila kemping di interior di pagi hari adalah menurunkan kerekan tali makanan. Selain hamba punya jam weker yang otomatis "berbunyi" di otak begitu teng jam 6 pagi, tak perduli ada dimana di dunia ini :-), juga saya perlu sarapan pagi supaya perut beta tidak ngadat. Nah, kemping pakai mobil a la borjuis begini, setiap pagi saya yang mengeluarkan cem-macam barang dari mobil, terutama perlengkapan masak dan minum disamping makanan-makanan yang selalu kami simpan disitu. Ingat bahwa kami kemping di negerinya beruang dan kalau sampai disamperin didatangin grizzly yang ingin mencobai dendeng buatan Cecile atau yang mentahnya, habislah tamat serial ini sebelum seri ke 24 :-). Selama ini sejak campground di Lesser Slave Lake, Alberta sampai ke North West Territories sampai ke Liard River Hotsprings di BC kemarin, airnya bisa langsung diminum, tak perlu dididihkan dimasak dulu. Campground di Whitehorse ini, di tepi Yukon River mempunyai pengumuman bahwa air sebaiknya dimasak dulu. Jadi kami tentu patuh ikut aturan kalau urusan beginian.
Kesempatan bertanya lagi prens. Kulihat ada kolegaku supir yang ngacung, "Bang Jeha, harga bensin gimane sepanjang perjalanan ente?". Berkat hubungan Internet yang hampir selalu ada, terutama bila kami masuk kota beradab, maka kami tahu berapa harga bensin di Toronto. Umumnya sekitar 97 sen per liter. Oleh karena itu harga bensin yang sekitar $ 1.10 mah lumrah jamak kami temui hampir di setiap pom bensin. Satu kekecualian adalah ketika kami harus, terpaksa mengisi di Coal River, BC, sehabis dari Liard River Hotsprings. Kami kena digetok hampir $ 1.50 per liternya, ja'ul banget :-). Saat itu terjadi dampak psikologis sebab menurut target atau plan, kami harus isi bensin di desa Muncho Lake, 40 km sebelum Liard River. Tapi kami lewati dengan rencana nanti balik dulu kesitu. Begitu mau masuk campground kami lihat eh di seberangnya ada pom bensin. Pagi-pagi kami kesitu, tutup. Kami tanya ke nyonya di kantor cagar alam dan katanya, yang berikutnya adalah Coal River, setengah jam kemudian. Jadi kami tak perduli lagi berapa duit juga asal bisa isi bensin dan si bule disitu ngerti ilmu psikologi :-). Padahal kami tak usah isi pol sebab pom bensin berikutnya tak terlalu jauh. Jadi kalau Anda tak punya waktu 1 tahun untuk planning jangan kemping ke Alaska sebab dibutuhkan 2-3 backup plan, di desa kota mana perlu dilakukan refueling.
Di atas saya singgung soal peradaban. Saya geli juga mendengar komentar bule sesama turis ketika kami ada di Yellowknife. Kata doski, sidang DPR di kota itu sangat beradab, civilized. Memang sudah saya baca dan juga lihat bahwa selain bentuk gedungnya yang bulat, mirip gedung MPR ente di Semanggi, sidang atau pertemuan DPRnya pakai musyawarah mupakat 100%. Tak ada voting-voting-an alias semua suara didengarkan dan keputusan disetujui oleh seluruh anggota. Jaman sudah berubah memang. Dulu Indian-indian itu dibilang biadab, makan orang, sekarang bule yang menganggap diri mereka yang biadab :-). Dulu Indian dilolohi alkohol supaya mabuk kepayang dan mau menjual tanah mereka, sekarang si bule yang mabok-mabokan. Sampai kemarin ketika sedang mau pasang terpal plastik pelindung hujan, satu bule mabok nyasar datang ke campsite kami. "You are in the wrong campsite," kataku langsung begitu melihat jalannya yang serba sempoyongan dan napasnya yang bau alkohol. "Relax," kata doski sambil juga mengucapkan, "wrong people, wrong people" beberapa kali. "I will help you," katanya ke kami berempat. "Not necessary," kata Cecile yang tersenyum manis sebab jelas beruang grizzly lebih berbahaya dari bule beginian :-). Benny sedang mau masang tali ke atas pohon dan doi bilang, "I will help you," sambil bener-bener mau manjet pohon cemara tsb. "No, no", kata Benny lagi. Asyik juga sebenarnya melihat bagaimana ia akan memanjat pohon itu dan gayanya sih boleh, seperti anak Indo mau manjat pohon kelapa. Cuma memang karena ia sedang mabok, kalau ia jato kepalanya kebentok batu dan penyok, kami jadi berperkara :-). Begitulah prens sadayana, kemping memang mengasyikkan, setiap hari ada saja yang bisa didongengkan.
Jam 9 pagi lewat sedikit kami cabut dari campground yang diperuntukkan bagi
para backpackers yang menclok di Whitehorse. Mayoritas tetangga kami anak-anak
muda dengan backpack segede alaihim dan dari jenis tendanya ketahuan mutuan
atau 3 season tent yang tahan atau di-design untuk interior camping. Juga
dari nguping sana-sini sepertinya backpackers tersebut anak Eropa yang
masuk ke Amerika Utara, kemping mulai dari Alaska, USA atau BC, Canada.
Whitehorse memang boljug untuk dikunjungi, demikian pula jalan raya di Yukon
lebih terpelihara dibandingkan North West Territories. Dawson City tujuan
atau etappe hari ini adalah kota terakhir sebelum kami masuk Fairbanks di
Alaska hari Minggu besok. Karena masih siang pas tiba di Dawson City, kami
sightseeing sebentar dua bentar. Hanya ada satu obyek utama tujuanku. Melihat
cabin asli Jack London yang pernah ditinggali ketika ia mengarang dua bukunya,
Call of The Wild dan White Fang. Puas cuci mata disitu, kami masuk ke
campground yang terletak di seberang Dawson City di tepi Yukon River. Sampai
kisah berikutnya dari Alaska, USA.
... (bersambung) ...
Foto-foto pendamping silahkan dilihat di
http://www.flickr.com/photos/hilwan/sets/72157622030917782